Blog
Literasi Finansial

Longevity Risk: Risiko yang Tidak Pernah Diajarkan di Sekolah

CS
Tim CuanSelor·6 menit baca·1 Januari 2026

55% orang Indonesia tidak punya rencana keuangan jangka panjang. Ini penjelasan mengapa itu sangat berbahaya.

Di sekolah, kita diajarkan cara menghitung bunga, cara membaca neraca keuangan, bahkan cara menghitung luas trapesium. Tapi tidak ada yang mengajarkan tentang longevity risk - risiko yang bisa menghancurkan rencana pensiun jutaan orang.

Apa itu longevity risk?

Longevity risk adalah risiko seseorang hidup lebih lama dari ketersediaan dana yang dimilikinya. Dengan meningkatnya kualitas kesehatan, harapan hidup rata-rata Indonesia terus meningkat. Ini kabar baik - kecuali kamu tidak punya cukup dana untuk membiayai masa tua yang lebih panjang.

Data 2025: hanya 6% pekerja Indonesia yang dilindungi dana pensiun formal. Diprediksi pada 2038, 100 juta penduduk Indonesia berisiko jatuh ke dalam kemiskinan di hari tua.

Mengapa ini relevan untuk Gen Z?

Generasi Z saat ini berusia 18–27 tahun. Pensiun terasa jauh - tapi justru itulah masalahnya. Waktu adalah aset paling berharga dalam investasi karena compound interest membutuhkan waktu untuk bekerja. Setiap tahun yang terlewat tanpa investasi adalah biaya opportunity yang sangat besar.

Tiga langkah mitigasi longevity risk

  • Mulai investasi sesegera mungkin - bahkan Rp 100.000 per bulan lebih baik dari tidak sama sekali
  • Hitung proyeksi pensiun dengan asumsi harapan hidup yang realistis, bukan 80 tahun flat
  • Diversifikasi portofolio untuk memastikan ada sumber pendapatan pasif saat pensiun

Siap menghitung proyeksi pensiunmu?

Gratis, akurat berbasis aktuaria, dan selesai dalam 5 menit.

Mulai Gratis →