Kalkulator konvensional pakai asumsi meninggal usia 80. Tapi bagaimana kalau kamu hidup sampai 90? Pelajari cara menghitung yang benar berdasarkan ilmu aktuaria.
Kalkulator pensiun konvensional punya satu asumsi fatal - mereka mematok usia meninggal pada angka arbitrer, biasanya 80 tahun. Jika kamu ternyata hidup sampai 90, dana pensiunmu bisa habis 10 tahun lebih cepat dari rencana.
Longevity risk - risiko hidup lebih lama dari ketersediaan dana - adalah ancaman finansial terbesar yang paling sering diabaikan oleh perencanaan keuangan konvensional.
Apa itu pendekatan aktuaria?
Ilmu aktuaria menggunakan data statistik populasi untuk menghitung probabilitas seseorang masih hidup di usia tertentu. CuanSelor menggunakan Tabel Mortalitas dan Morbiditas Penduduk Indonesia 2023 sebagai baseline - bukan asumsi sembarangan. Hasilnya jauh lebih akurat dan personal.
Rumus dasar kebutuhan dana pensiun
Kebutuhan dana pensiun = pengeluaran bulanan saat pensiun × 12 × estimasi lama pensiun, disesuaikan dengan tingkat inflasi dan return investasi. Angka ini kemudian di-adjust dengan Hazard Multiplier berdasarkan gaya hidupmu - apakah kamu merokok, berolahraga rutin, pola makan sehat, dan sebagainya.
Tiga skenario yang perlu kamu siapkan
- Skenario optimis: inflasi rendah, return investasi tinggi, pensiun tepat waktu
- Skenario moderat: asumsi rata-rata berdasarkan data historis Indonesia
- Skenario pesimis: inflasi tinggi, return rendah, atau harus pensiun lebih awal
CuanSelor menghitung ketiga skenario ini secara otomatis dan menampilkannya dalam satu dashboard yang mudah dipahami. Kamu tidak perlu jadi ahli matematika untuk merencanakan pensiunmu.
Siap menghitung proyeksi pensiunmu?
Gratis, akurat berbasis aktuaria, dan selesai dalam 5 menit.
Mulai Gratis →